Posts

Showing posts with the label Penerimaan Pajak

Penerimaan Pajak per Akhir September 2016 Masih Terpuruk

Image
Target penerimaan pajak pada Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 ditetapkan sebesar Rp 1.355,2 triliun. Target ini turun sedikit dari sebelumnya di target APBN 2016 sebesar Rp 1.360 triliun. Penerimaan pajak per akhir September 2016, termasuk penerimaan uang tebusan dari tax amnesty (TA), tercatat Rp 791,9 triliun, atau 58,34 persen dari target APBNP 2016. Lihat Tabel di bawah ini. Sedangkan penerimaan uang tebusan dari program TA per akhir September 2016 sebesar Rp 97,2 triliun, sehingga penerimaan pajak tanpa mengikutsertakan program TA per September 2016 menjadi Rp 694,7 triliun saja, atau 51,26 persen dari target APBNP 2016. Tabel: Penerimaan Pajak 2016 (Rp triliun) Realisasi penerimaan pajak per akhir September 2016 ini jauh lebih rendah dari target 2016 sehingga target pajak tersebut terancam tidak tercapai. Program pengampunan pajak yang masih tersisa 5,5 bulan lagi kelihatannya juga sulit untuk dapat menutupi shortfall pajak tersebut. Peneri...

Mengejutkan! Penerimaan Pajak Januari 2016 Rendah

Image
Realisasi penerimaan pajak selama tahun 2015 jauh lebih rendah dari target yang ditetapkan pemerintah di APBNP 2015. Dari target Rp 1.294,26 triliun, realisasi penerimaan pajak hanya capai Rp 1.061,26 triliun, atau 82 persen dari target. Artinya terjadi shortfall Rp 233 triliun, suatu jumlah yang sangat besar sekali. Pencapaian ini juga merupakan rekor terendah selama sekian puluh tahun ini. Namun demikian, target penerimaan pajak 2016 juga ditetapkan cukup tinggi sekali, yaitu Rp 1.360,11 triliun, atau naik 28,16 persen dari realisasi penerimaan pajak 2015. Apakah target setinggi ini dapat tercapai? Apakah target ini realistis? Minggu lalu pemerintah sudah mengumumkan realisasi penerimaan pajak untuk periode Januari 2016. Kali ini, pengumuman penerimaan pajak bulanan tidak seheboh tahun lalu, bahkan terkesan sunyi senyap. Pemberitaan di media cetak juga terasa datar-datar saja. Mungkin karena penerimaan pajak pada Januari 2016 cukup mengecewakan, yaitu hanya...

Renungan Pajak: Terendah tetapi Bangga?

Image
Seperti diberitakan di berbagai media online, Menteri Keuangan bangga dengan pencapaian penerimaan pajak 2015 yang katanya tembus Rp 1.000 triliun pada 25 Desember yang lalu, meskipun pencapaian penerimaan pajak tersebut jauh di bawah target yang ditetapkan pemerintah di APBNP 2015 yang sebesar Rp 1.294,26 triliun, atau hanya sekitar 77 persen dari target yang ditetapkan, yang artinya konon merupakan pencapaian penerimaan persentase terendah sepanjang sejarah RI. Lihat: http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20151228142333-78-100720/2015-sisa-lima-hari-penerimaan-pajak-tembus-rp1000-triliun/ Terendah kok bangga? Menurut berita, Menteri Keuangan bangga karena penerimaan pajak sejauh ini mencetak rekor tertinggi dengan mencapai Rp 1.000 triliun, atau lebih tinggi dari pencapaian tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp 985 triliun. Pendapat ini sesungguhnya merupakan penyesatan opini atau pembodohan terhadap masyarakat yang luar biasa. Bayangkan, Direktur Jenderal Pajak Sigit...

Realisasi dan Target Penerimaan Pajak 2015 dan 2016: tersandung di lubang yang sama?

Image
Target penerimaan pajak 2015 ditetapkan Rp 1.294,26 triliun pada APBN-P 2015, atau naik 31,41 persen dari realisasi penerimaan pajak 2014 yang sebesar Rp 984,90 triliun. Kenaikan yang sedemikian besarnya ini dirasakan sangat tidak masuk akal, dan mustahil dapat tercapai. Sesuai perkiraan, realisasi penerimaan pajak hingga akhir November 2015 jauh di bawah target, dan dipastikan target 2015 tidak akan tercapai. Bahkan, kekurangan (shortfall) penerimaan pajak tahun 2015 ini merupakan shortfall terbesar sepanjang sejarah, dan mengakibatkan Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito yang baru menjabat selama 10 bulan mengundurkan diri pada awal Desember 2015. Hingga akhir November 2015 (= 11 bulan), realisasi penerimaan pajak baru tercapai Rp 865 triliun, atau sekitar 66,83 persen dari target penerimaan 2015. Artinya, terjadi shortfall sekitar Rp 429,26 triliun, atau sekitar 33.17% dari target 2015. Lihat tabel di bawah ini. Perkiraan Penerimaan Pajak 2015 Dilihat dari pe...

Penerimaan Pajak 2015 Terpuruk, Krisis Ekonomi Semakin Dalam

Image
Realisasi penerimaan pajak selama Januari sampai dengan Agustus 2015 hanya mencapai Rp 592,57 triliun. Kalau dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak untuk periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 606,13 triliun, maka realisasi tahun ini lebih rendah Rp 13,56 triliun, atau 2,24 persen. Lihat tabel 1 di bawah ini.  Tabel 1: Realisasi penerimaan pajak Januari-Agustus 2015 versus Januari-Agustus 2014 Kalau dibandingkan dengan target penerimaan pajak 2015 sebesar Rp 1.294,26 triliun, maka realisasi penerimaan pajak selama periode Januari – Agustus 2015 ini (sebesar Rp 592,57 triliun) hanya 45,78 persen saja dari target. Artinya, untuk mencapai target 2015 masih ada kekurangan Rp 701,69 triliun yang harus dicapai selama 4 bulan terakhir, dari September hingga Desember 2015, yang mana sungguh mustahil dapat tercapai. Lihat tabel 2. Tabel 2: Target penerimaan pajak 2015 versus realisasi Januari-Agustus 2015 Sedangkan realisasi penerimaan pajak pada bulan Agustus...

Target Penerimaan Pajak 2015 Tidak Akan Tercapai: Mengapa?

Image
Target penerimaan pajak 2015 secara keseluruhan (termasuk PPh migas) naik 31,41 persen dibandingkan dengan realisasi 2014, yaitu dari Rp 984,90 triliun (realisasi 2014) menjadi Rp 1,294,26 triliun (target 2015). Banyak pihak terkejut ketika target pajak 2015 tersebut diumumkan, dan banyak pihak meragukan apakah target sebesar itu dapat tercapai, mengingat perekonomian global masih cenderung melemah. Target penerimaan pajak 2015 tidak termasuk PPh migas bahkan naik 38,69 persen , yaitu dari Rp 897,36 triliun menjadi Rp 1.244.72 triliun. Selama tiga bulan pertama (Januari-Maret) 2015, realisasi penerimaan pajak sungguh sangat mengejutkan. Pasalnya, jangankan meningkat, realisasi penerimaan pajak triwulan I-2015 itu bahkan lebih rendah dari realisasi penerimaan pajak triwulan I-2014, yaitu: Rp 198,23 triliun (2015) versus Rp 201,06 triliun (2014), atau lebih rendah 5,63 persen. Lihat tabel di bawah ini. Untuk periode empat bulan pertama (Januari-April) 2015 penerimaan pajak masi...