Posts

Showing posts with the label Tapering

No Tapering, We are Saved at the Moment

The FED secara mengejutkan memutuskan untuk belum mengurangi pembelian obligasi - no tapering . Oleh karena itu, untuk sementara ini kita tidak perlu khawatir kurs rupiah turun. Setidak-tidaknya, kita tidak perlu dikhawatirkan sampai meeting FOMC tanggal 17-18 Desember mendatang. (Meeting FOMC selanjutnya adalah 29-30 Oktober, tetapi tidak ada agenda press conference.) Data ekonomi AS saat ini masih belum menunjukkan kemajuan seperti yang diharapkan. The FED bahkan merevisi tingkat pertumbuhan AS tahun ini dari sebelumnya antara 2,3%-2,6% menjadi 2,0%-2,3%. Oleh karena itu, tapering belum dapat dilakukan sampai The FED yakin pertumbuhan ekonomi AS menunjukkan konsistensi. Hari ini, diperkirakan index bursa di emerging market akan terbang dan rupiah akan menguat. --- 000 ---

Kebijakan The FED Menentukan Nasib Rupiah dan Kinerja Ekonomi Indonesia

Image
Pada 1 Januari 2013, kurs rupiah sudah sebesar Rp 9.795 per dolar AS. Lihat grafik. Sumber: Bloomberg Pada 1 May 2013 ketika Ben Bernanke, Gubernur Bank Sentral AS, pertama kali mengatakan pengurangan bertahap Quantitative Easing (QE) dapat saja dilakukan setiap waktu tergantung dari perkembangan dan kondisi ekonomi AS dan tingkat inflasi, kurs rupiah ketika itu masih Rp 9.724 per dolar AS, bahkan lebih tinggi dari kurs awal tahun 2013. Sumber: Bloomberg Sejak saat itu, isu tapering (pengurangan bertahap) QE berkembang sangat serius karena pertumbuhan perekonomian AS memang cukup mengesankan. Pada 22 May 2013, sebelum pertemuan dengan Congres Ben Bernanke menegaskan kembali kemungkinan isu tapering  dapat dilaksanakan setiap waktu tergantung kondisi ekonomi. Sejak saat itu kurs rupiah (dan kurs mata uang negara-negara yang termasuk dalam emerging market , misalnya rupee India) berguguran. Pada akhir Agustus 2013, empat bulan setelah isu tapering pertama kali menc...