Posts

Sisi Lain Ekonomi / The Other Side of Economy

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan perencanaan keuangan tahunan pemerintah yang  berisi rencana penerimaan dan pengeluaran negara. Publikasi : Anggaran Belanja untuk Subsidi dikatakan semakin meningkat sehingga memberatkan keuangan negara, dan, apabila tidak dikelola dengan baik, dapat membuat APBN jebol. Oleh karena itu, banyak pihak mengusulkan Subsidi harus dicabut untuk menyelamatkan APBN. Antara lain, dengan cara harga BBM bersubsidi dinaikkan, KRL ekonomi ditiadakan. Sisi Lain Ekonomi : Subsidi diberikan karena masyarakat tidak mampu membeli suatu barang/jasa dengan harga menurut harga pasarnya atau harga pokok produksinya. Dengan kata lain, subsidi diberikan untuk rakyat kurang/tidak mampu. Besarnya nilai subsidi mencerminkan banyaknya masyarakat kurang mampu. Apabila subsidi dicabut maka jumlah rakyat miskin akan meningkat. Salah satu fungsi APBN adalah redistribusi pendapatan, dan salah satu caranya adalah melalui mekanisme subsidi tersebut. Subsid...

Sisi Lain Ekonomi / The Other Side of Economy

Setiap data ekonomi yang dipublikasikan dapat dilihat atau diinterpretasikan dari sisi lain ekonomi. Blog ini akan mengurai Sisi Lain Ekonomi dari data ekonomi yang dipublikasikan agar publik dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas dan komplit, sekaligus sebagai sarana pembelajaran publik. Diberitakan, neraca perdagangan Indonesia tahun 2012 mengalami defisit $1,63 miliar. Alasan yang dikemukakan adalah sebagai berikut: Publikasi : Defisit neraca perdagangan naik karena impor minyak bumi naik drastis yang menyebabkan neraca migas mengalami defisit $5,6 miliar. Impor naik karena konsumsi BBM domestik naik, yang pada gilirannya disebabkan karena harga BBM domestik kemurahan (dibandingkan harga internasional), alias disubsidi. Singkatnya: harga BBM murah karena disubsidi menyebabkan konsumsi BBM meningkat, menyebabkan impor naik, dan defisit naik. Sisi Lain Ekonomi : Impor minyak bumi 2012 naik karena produksi minyak bumi tahun 2012 anjlok sehingga kebutuhan dalam negeri harus...

Kebijakan Harga BBM Sarat Kepentingan Politik - Konsumsi BBM Bersubsidi Masih Di bawah Kuota

Image
Wacana kenaikan harga BBM bersubsidi sudah dimulai sejak pertengahan Januari 2013. Menurut Kompas.com 14 Januari 2013, ada wacana dari kementerian ESDM untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter. Alasan kali ini adalah bukan karena harga minyak dunia melonjak, melainkan konsumsi BBM bersubsidi diperkirakan akan membengkak melewati kuota 2013 sebesar 46 juta kiloliter. Apabila ini terjadi maka dapat dipastikan subsidi BBM akan melonjak dan dapat mengakibatkan APBN jebol. Pada 8 Maret 2013, pelaksana tugas Badan kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro, seperti diberitakan di www.tempo.co (dengan judul Tambahan Subsidi BBM Bisa Mencapai Rp 30 triliun) , mengatakan konsumsi BBM bersubsidi dapat membengkak hingga 51 juta kiloliter. Bahkan Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan konsumsi BBM bersubsidi akan membengkak hingga 53 juta kiloliter. Alokasi subsidi BBM tahun ini didengungkan mencapai Rp 274 triliun. Bahkan banyak p...

Apakah Masih ada Tempat Bagi Rakyat Kurang Mampu di Negeri Ini?

Apabila subsidi BBM untuk orang mampu dihapus kita dapat mengerti dan bahkan mendukung. Tetapi, kalau ada rencana KRL ekonomi dihilangkan, ini membuat kita semua tercengang, dan terheran-heran. Kalau fasilitas KRL tidak memadai, alias membahayakan keselamatan penumpang, seperti alasan yang dikemukakan, ya seharusnya fasilitas KRL-nya yang diperbaiki sampai tidak membahayakan penumpang, bukan meniadakannya. Salah satu tugas Pemerintah adalah menyediakan transportasi yang memadai, aman, dengan tarif terjangkau. Kalau terjangkaunya tariff transportasi untuk kalangan tertentu masih memerlukan subsidi, ya pemerintah harus mengalokasikan subsidi yang diperlukan. Karena, subsidi adalah satu mekanisme redistribusi pendapatan, bukankah begitu? Pertimbangan ekonomis yang akhirnya meniadakan KRL ekonomi dengan alasan keamanan penumpang tidak dapat diterima. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Kita harus menghargai nyawa saudara-saudara kita yang kurang beruntung dan kuran...

Neraca dan Subsidi BBM: Kreativitas Fiskal dan Pembodohan Terhadap Masyarakat

(bagian 3 – selesai) Ringkasan bagian sebelumnya, Sultan Negeri RI bekerja sama dengan Mitra Asing mengelola tanah nan subur ini, dan menghasilkan 100 unit Produk MB per tahun dengan pembagian 30%, atau 30 unit, untuk Mitra Asing dan 70%, atau 70 unit, untuk Sultan. Pada awalnya, 70 unit Produk MB ini jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tetapi, perkembangan akhir-akhir ini cukup membuat Sultan pusing. Pasalnya, produksi dalam negeri t urun, sedangkan Mitra Asing ingin bagi hasil produksi dirubah akibat biaya kelola tanah (yang dinamakan cost recovery ) meningkat: bagi hasil yang pada awal kesepakatan sebesar 30% untuk Mitra Asing dan 70% untuk Sultan minta dirubah menjadi 33,33% (atau 1/3 bagian) untuk Mitra Asing dan 66,67% (atau 2/3 bagian) untuk Sultan. Selain itu, permintaan konsumsi Produk MB di dalam negeri juga meningkat terus sehingga kebutuhan dalam negeri tidak dapat lagi dipenuhi oleh produksi dalam negeri, tetapi harus dipenuhi juga dari impor. Neg...

Neraca dan Subsidi BBM: Kreativitas Fiskal dan Pembodohan Terhadap Masyarakat

(bagian 2 – bersambung) Menjelang akhir tahun, harga Produk MB di pasar internasional naik lagi dengan pesat dan pada puncaknya mencapai Rp 3.000 per unit. Pembantu Sultan yang menangani masalah keuangan diminta kan nasehatnya bagaimana dampak kenaikan harga Produk MB di pasar internasional tersebut terhadap keuangan Sultan. Pembantu Keuangan Sultan mengerti bahwa Sultan harus menjual Produk MB kepada PT Pert a -MB berdasarkan harga internasional, yaitu Rp 3.000 per unit, tetapi, PT Pert a -MB harus menjualnya kepada masyarakat dengan harga Rp 1.000 per unit (yang disebut sebagai harga ber-“subsidi”). Penjualan Produk MB kepada PT Pert a -MB dengan harga pasar internasional, meskipun hanya sebagai ilusi, sudah dilakukan sejak lama (karena itulah yang selalu dikatakan oleh Pembantu Keuangan terdahulu, dengan alasan bahwa Sultan sesungguhnya dapat menjual Produk MB ke luar negeri dengan harga pasar internasional karena Produk MB sudah menjadi komoditas vital dunia yang paling ...

Neraca dan Subsidi BBM: Kreativitas Fiskal dan Pembodohan Terhadap Masyarakat

(bagian 1 – bersambung) Seorang Sultan dari Negeri RI memiliki tanah yang sangat subur tetapi awalnya tidak sadar atas karunia tersebut. Sultan didatangi oleh orang asing yang ingin mengelola tanah nan subur tersebut dengan cara bagi hasil dengan pembagian 30% untuk asing dan 70% untuk Sultan. Dari pengelolaan tanah tersebut diperoleh hasil sebanyak 100 unit Produk MB per tahun dengan pembagian 30 unit untuk pengelola (mitra asing) dan 70 unit untuk Sultan. Dengan demikian, Sultan memperoleh 70 unit MB tanpa mengeluarkan biaya sama sekali (biaya = Rp 0). Sultan merasa sangat beruntung dengan kerja sama tersebut. Sultan sadar bahwa Produk MB ini sangat dibutuhkan oleh rakyatnya, dan berjanji akan menggunakannya demi kepentingan, dan untuk kesejahteraan, Rakyat RI. Oleh karena itu, Sultan memutuskan untuk menjual Produk MB tersebut di dalam negeri dengan harga jual eceran Rp 1.000 per unit, sehingga Sultan memperoleh Pendapatan sebesar Rp 70.000 (untuk 70 unit), tanpa menge...